Berita Terbaru
Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda melalui Lembaga Penjaminan Mutu melaksanakan kegiatan Persiapan Penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau pada Rabu, 24 Juni 2026, di Aula Gedung Rektorat Lantai 3 Kampus 2 UINSI Samarinda. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mematangkan kesiapan kelembagaan, akademik, dan teknis penyelenggaraan RPL, mencakup pembahasan biaya UKT/SPP, honorarium tim pengelola, lama studi, sistem pendaftaran berbasis website, sistem perkuliahan, serta mekanisme pelaporan kepada Dikti. Melalui kegiatan ini, UINSI Samarinda menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan RPL secara terencana, akuntabel, profesional, dan berbasis penjaminan mutu.
Berita Read MoreLPM UINSI Samarinda menerima kunjungan benchmarking dari STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong pada Senin, 15 Juni 2026, di Kampus II UINSI Samarinda. Kegiatan ini membahas penguatan tata kelola perguruan tinggi dan penjaminan mutu, meliputi akreditasi, AMI, SPMI, surveillance ISO, RTM, serta pengembangan sistem mutu yang terarah dan berkelanjutan.
Berita Read MorePada 3 November 2025, tim TIPD dan LPM UINSI Samarinda mengadakan rapat koordinasi untuk membahas implementasi evaluasi ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Rapat ini membahas rancangan aplikasi penilaian CPL, dengan fokus pada OBE atau kurikulum, serta penyusunan dashboard untuk input profil lulusan, CPL, dan mata kuliah terkait. Selain itu, dibahas juga penyusunan matrik CPL yang terintegrasi dengan bahan kajian dan e-RPS untuk mempermudah pemantauan. Rapat ini bertujuan menyelaraskan langkah-langkah dalam menciptakan sistem penilaian CPL yang efisien dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di UINSI Samarinda.
Berita Read MorePada 31 Oktober 2025, Tim LPM UINSI Samarinda mengunjungi LPMPP ITK untuk melakukan Benchmarking SPMI dan mempersiapkan akreditasi internasional ASIIN. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui evaluasi dan penguatan sistem penjaminan mutu. Wakil Rektor ITK, Prof. Erma Suryani, menekankan pentingnya sistem penjaminan mutu yang terintegrasi, dengan indikator mutu ITK mencapai 82%. Diskusi juga difokuskan pada evaluasi OBE, CPL, tracer study, serta upaya meminimalkan temuan audit dengan mengganti sistem audit tradisional dengan pemantauan yang lebih efisien.
Berita Read More